Kelambir V Kampung | METRO ONE News – Puluhan ton besi bekas bongkaran jembatan Timer raib. Kades Kelambir Lima Kampung Mishan disebut sebut sebagai dalang penjualan. Khabar itu menyeruak dan menjadi buah bibir. Kades Mishan disebutkan menang banyak seperti mendapat durian runtuh.
Jembatan Timer (Titi Merah) berada di desa Kelambir Lima Kampung Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deliserdang. Jembatan itu selama ini hanya selebar 3 M yang hanya bisa dilalui sepeda motor. Pemkab Deliserdang melalui Dinas SDABMB membongkar jembatan itu dan membangun kembali jembatan lebih lebar dan kokoh.
Besi bongkaran jabatan lama itu lah yang menjadi pembicaraan. Selama pembangunan jembatan dikerjakan masih terlihat besi besi bongkaran itu. Namun sejak semingu terakhir disaat pembangunan hampir rampung, besi bongkaran tak lagi kelihatan di lokasi proyek.
Menurut sumber terpercaya, besi itu sudah dijual yang diduga diperankan oleh Kades Kelambir Lima Kampung. “Tak kurang dari 20 ton besi itu, jika harga per kilogram besi bekas Rp 5000, berarti uang yang berhasil diraih dari 20 ton sebesar Rp 100 juta. Ada kami lihat truk yang mengangkut nya, tapi kami tak tau dijual kemana. Kami menduga Kades berperan besar dalam penjualan besi besi bekas itu ke penampung besi tua. Ada kami dengar uang hasil penjualan besi bekas diperuntukkan merehab jembatan gantung yang juga berada di desa Kelambir Lima Kampung. Tapi yang kami lihat jembatan gantung hanya dicat saja. Berapalah biaya pengecatan tak habis Rp 10 juta” ujar sumber.
Uang hasil penjualan besi bekas jembatan Timer dipergunakan untuk mengecat jembatan gantung
Berkembangnya khabar liar ini belum terkonfirmasi sejauh mana kebenarannya. Mengingat Kades Mishan yang dihubungi di Minggu (21/12/25) via telepon dan pesan WhatsApp sama sekali tak menanggapi. Telepon tak diangkat pesan juga dibiarkan tak berjawab. (Tim)
Foto : Jembatan yang sedang dikerjakan dalam tahap penyelesaian, besi bangunan jabatan lama (Timer) diduga diperjual belikan.


















