Karo | METRO ONE News – Ada khabar tak sedap sedang berhembus kencang di kalangan tertentu menyangkut dana Corporate Sosial Responsibility (CSR) tahun 2025. CSR yang dialokasikan ke Pemkab Karo dari enam perusahaan besar itu, disebut sebut mengalir ke salah satu yayasan milik penguasa Tanah Karo.
Dugaan ini disebutkan salah satu sumber terpercaya yang menyampaikan ke Redaksi Metro One News di Medan. Menurutnya, ada utusan dari penguasa yang mendatangi salah satu perusahaan di tahun 2025 lalu. Utusan itu menyampaikan agar CSR dari enam perusahaan itu segera direalisasikan ke Pemkab Karo.
Tak banyak pembahasan, perwakilan perusahaan menyetujui permintaan sang utusan, mengingat ada intimidasi yang disampaikan di pertemuan itu. Namun menurut sumber, dana CSR yang telah diberikan itu bukan direalisasikan untuk kepentingan masyarakat, akan tetapi dialirkan ke salah satu yayasan milik penguasa di Tanah Karo. “Kami dengar dana CSR dari perusahaan itu dialokasikan ke Sekolah yang notabene milik sang penguasa. Benar tidaknya coba tanyakan saja ke BAPPEDA Karo.” kata sumber ini.
Khabar liar yang berhembus kencang itu belum terkonfirmasi sejauh mana kebenarannya. Mengingat BAPPEDA Karo mewakili sekretarisnya Hasim Siregar tak banyak memberikan statemen. Saat diminta keterangannya melalui pesan WhatsApp Senin (12/1/26) Hasim hanya menjawab singkat. “Saya lapor ke Kepala Bappedalitbang dulu ya bang” tulis Hasim.
Sementara itu enam perusahaan yang sudah melaporkan realisasikan dana CSR antara lain, PT. Ultra Rp. 600.000.000, PT. Tirta Sibayakindo Rp. 200.000.000, PT. Karo Bumi Energi Rp 400.000.000, PT. Tamora Stekindo Rp 100.000.000, PT. Indomas Mitra Tehnik Rp. 200.000.000 dan PT. Sawit Jaya lau pakam Rp. 200.000.000
Keenam perusahaan besar itu disebutkan sudah membuat laporan realisasi ke Pemkab Karo sebesar Rp 1,7 Milyar. Berapa besar CSR yang diduga tak tepat sasaran dan sejauh mana kebenaran aliran CSR itu mengalir ke salah satu yayasan milik penguasa ? Tunggu liputannya (Econ)


















