Deli Serdang | METRO ONE News – Terungkap fakta mengejutkan dalam kasus tewasnya Indra Utama (45) yang diduga dianiaya petugas keamanan PTPN IV Regional II Tandem Group serta oknum BKO TNI di kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten deli serdang.
Pihak keluarga mengakui bahwa sebelum kejadian nahas tersebut, Indra diduga melakukan pencurian buah sawit di area perkebunan. Namun demikian, keluarga mengecam keras tindakan main hakim sendiri yang berujung pada kematian korban.
Abang ipar korban, Sudarmanto (46), mengatakan keluarga tidak menampik dugaan kesalahan yang dilakukan Indra. Meski begitu, ia menyesalkan adanya tindakan main hakim sepihak.
“Menurut keterangan yang saya terima, memang saya akui Indra itu bersalah, dia mencuri atau mengambil sawit di perkebunan, tapi kami dari pihak keluarga sangat menyayangkan, kalau memang Indra Utama ini bersalah, ada ranah hukum, ada yang berwajib. Kenapa tidak diserahkan kepada pihak yang berwajib? Jangan dihakimi sendiri,” ujar Sudarmanto dengan nada tegas saat ditemui wartawan di RS Bhayangkara Medan, Selasa (3/3/2026).
Sudarmanto menjelaskan, keluarga baru mengetahui peristiwa tersebut pada Selasa dini hari sekitar pukul 00.30 WIB setelah menerima kabar dari Kepala Desa Bulu Cina, Rahmiadi.
Ia menyebut, pihak keluarga juga menerima pesan WhatsApp dari perwakilan PTPN, yakni Pa.PAM yang meminta keluarga mengambil jenazah di Klinik Asia Medika.
“Saya kurang paham persisnya korban meninggal di rumah sakit atau di lapangan, Yang jelas kami diarahkan ke klinik dan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” terangnya.
Saat melihat jenazah, keluarga menemukan kondisi yang sangat memprihatinkan.
“Tidak ada luka terbuka, tapi korban mengeluarkan darah hitam dari hidung. Itu yang kami lihat,” lanjutnya.

Sudarmanto menegaskan bahwa keluarga telah melaporkan kasus tersebut dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian, Saat ini, jenazah Indra Utama masih menjalani proses autopsi di RS Bhayangkara.
Kapolsek Hamparan Perak AKP Ridwanto Rumapea saat dikonfirmasi melalui whatsapp pribadinya, Selasa (3/3/2026) membenarkan kejadian tersebut. Kapolsek juga mengatakan pihaknya masih mendalami kasusnya.
“Benar, pihak keluarga korban sudah membuat laporan, namun kami masih melakukan penyidikan serta mendalami atas kejadian itu, mohon doanya” ujar AKP Ridwanto Rumapea. (AW)


















