Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Pelaku Diduga Oknum BKO, Indra Utama Dipukuli Di Depan Rumahnya Diseret Ke Tengah Jalan Dan Tewas.

47
×

Pelaku Diduga Oknum BKO, Indra Utama Dipukuli Di Depan Rumahnya Diseret Ke Tengah Jalan Dan Tewas.

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Deli Serdang | METRO ONE News – Terungkap fakta baru dalam kasus tewasnya Indra Utama (45), warga Dusun XIV Krani Lama, Desa Bulu Cina, Kecamatan Hamparan Perak Deliserdang. Korban dianiaya sekelompok orang yang diduga petugas keamanan PTPN IV Regional II Tandem Group dan oknum BKO TNI.

Korban ternyata dipukuli di depan rumahnya sebelum kemudian diseret ke tengah jalan agar tidak terlihat warga.

Hal itu diungkapkan Sigit, saudara korban saat ditemui di RS Bhayangkara II Medan. Menurutnya, peristiwa nahas itu terjadi pada Senin (2/3/2026) sekitar pukul 20.45 WIB.

“Indra itu keluar rumah mau jual sawit. Tiba-tiba dihampiri 5 orang, dua diantaranya oknum BKO TNI  PTPN IV dan tiga orang petugas keamanan PTPN IV Regional II Tandem Group. Mereka semua pakaian preman,” ujar Sigit, Selasa (3/3/2026).

Sigit menuturkan, korban langsung dikeroyok di pekarangan rumahnya. Setelah korban terkapar, para pelaku menyeretnya ke tengah jalan di lingkungan perkebunan.

“Dia dipukuli di rumahnya, terus diseret dibawa ke tengah jalan, mungkin biar enggak kelihatan orang, supaya menghindari saksi,” tuturnya.

Menurut Sigit, kawasan tempat tinggal korban memang berada di lingkungan PTPN IV Regional II, meskipun ada beberapa petak lahan milik warga yang ditanami sawit.

“Tanah warga ada di situ, cuma kan namanya lingkungan PTPN, tapi tetap saja enggak bener kalau main hakim sendiri,” ungkapnya.

Sigit juga mengungkapkan bahwa Indra Utama ternyata adalah mantan anggota TNI yang telah diberhentikan, Sehari-hari korban bekerja sebagai buruh bangunan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Dia itu mantan TNI, sudah pecatan. Sekarang kerjanya serabutan, kadang bangunan kalau ada proyek. Makanya saya heran kok tega-teganya mereka memperlakukan Indra seperti itu,” kata Sigit dengan nada kesal.

Keluarga baru mengetahui kejadian pada Selasa dini hari sekitar pukul 00.30 WIB, setelah mendapat kabar dari Kepala Desa Bulu Cina. Padahal, korban telah dibawa ke Klinik Asia Medika oleh petugas security sejak pukul 20.45 WIB.

“Kami keluarga enggak tahu apa-apa. Tahu-tahu dapat kabar dari kepala desa kalau Indra meninggal di klinik. Langsung kami ke sana,” lanjutnya.

Saat melihat jenazah, keluarga menemukan sejumlah luka di sekujur tubuh korban.

“Dari badan, jelas kelihatan di dadanya lebam, bagian muka juga bengkak. Itu kami lihat sendiri,” ujarnya.

Terpisah Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi melalui Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Agus Purnomo membenarkan bahwa pihaknya tengah mendalami keterlibatan masing-masing pelaku. Saat ini, jenazah korban masih menjalani otopsi di RS Bhayangkara untuk mengetahui penyebab pasti kematian.

“Kami masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan mengumpulkan alat bukti, termasuk rekaman CCTV di sekitar TKP dan klinik,” pungkasnya. (AW)

Example 300250
Example 120x600
Example 1940x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *