Medan | METRO ONE News – Terkait info aksi kejadian begal di wilayah Terjun dan Hamparan perak yang sempat viral menghebohkan jagat raya di media sosial facebook, pihak korban menjelaskan kejadian itu bukanlah insiden pembegalan. Melainkan adanya motif lain.
Hal tersebut dijelaskan salah satu korban Chairil Anwar Hasibuan abang kandung dari korban wanita berinisal CHS, warga lingkungan IX medan labuhan, yang juga mengalami luka bacok di bagian kening. Ia mengatakan kejadian bukan aksi pembegalan melainkan adanya unsur lain.
Chairil Anwar saat dikonfirmasi wartawan melalui WhatsApp pribadinya pada Rabu (24/6) pagi mengatakan, kejadian terjadi pada Kamis dini hari sekitar pukul 1.00 wib, tepatnya di Jl. Kapten Rahmad Buddin, Paya Pasir, Kec. Medan Marelan, Kota Medan. Belum diketahui pasti motif dari insiden tersebut, namun korban telah melaporkan ke pihak kepolisian.
“Kronologis kejadiannya begini bang, saya baru pulang bekerja dan saya melihat adik saya pergi ke arah Marelan pukul 1.00 wib malam. Dan karna perasaan hati saya tidak enak lalu saya mengikuti adik saya dari belakang. Setelah saya ikuti sampai ke tujuan tepatnya di depan koramil pasar 5 Marelan terjadilah keributan adik saya dengan wanita lalu saya mencoba memisahkannya sehingga terjadi percobaan pembunuhan yang dialami adik saya. Lalu saya menghalanginya agar adik saya tidak terjadi apa apa. Namun tiba tiba seorang pria langsung membacok saya”, ujar Chairil Anwar.
Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi melalui Kasat Reskrim Polres AKP Agus Purnomo saat dikonfirmasi melalui Whatsapp pribadinya enggan membalas pesan yang dilayangkan serta memberikan keterangan resmi terkait kejadian.
Saat ini korban CHS masih terbaring lemas di RS Wulan Windi pasca oprasi luka robek di wajah yang dialaminya. (AW)


















