Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Bendungan Lausimeme Merupakan Infrastruktur Strategis Menyediakan Air 2,85 Meter Kubik/Detik

113
×

Bendungan Lausimeme Merupakan Infrastruktur Strategis Menyediakan Air 2,85 Meter Kubik/Detik

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Deliserdang | METRO ONE News –Pemerintah Kabupaten Deliserdang mendukung penuh pelaksanaan penggenangan awal (initial impounding) Bendungan Lausimeme yang direncanakan pada 17 Agustus mendatang sebagai tahapan penting sebelum bendungan mulai beroperasi.

Bendungan ini diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat melalui penyediaan air baku, pengendalian banjir, dukungan terhadap sektor pertanian, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dukungan tersebut disampaikan Bupati Deliserdang, dr H Asri Ludin Tambunan melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Drs Hendra Wijaya, saat menghadiri Rapat Sosialisasi Penggenangan Awal (Initial Impounding) Bendungan Lausimeme di Kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan, Kamis (16/7/2026).

“Kami berharap seluruh proses berjalan lancar sehingga manfaat bendungan ini dapat segera dirasakan masyarakat,” ujar Hendra Wijaya.

Ia mengatakan, Bendungan Lausimeme merupakan infrastruktur strategis yang akan menyediakan air baku sebesar 2,85 meter kubik per detik, mereduksi potensi banjir di Sungai Deli hingga sekitar 25 persen, menghasilkan energi listrik melalui PLTA berkapasitas 1 MW, serta berpotensi menjadi destinasi wisata yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Kepala BBWS Sumatera II Medan, Feriyanto Pawenrusi, menjelaskan bahwa sosialisasi tersebut merupakan bagian dari tahapan persiapan initial impounding untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat terdampak.

Menurutnya, initial impounding merupakan proses pengisian awal waduk setelah pekerjaan konstruksi bendungan selesai.

“Selama proses tersebut berlangsung, masyarakat diimbau tidak memasuki area genangan, memancing, berenang, maupun melepas hewan ternak di dalam kawasan sabuk hijau (greenbelt),” imbaunya.

Masyarakat yang berada di wilayah hilir juga diminta meningkatkan kewaspadaan karena akan terjadi penyesuaian debit air sungai selama proses penutupan pintu pengelak.

“Kami imbau warga menghindari aktivitas di bantaran sungai hingga proses penggenangan awal selesai,” pesannya. (Gun

Example 300250
Example 120x600
Example 1940x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *