Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Terindikasi Ada Permainan di Balik Program MBG, Harga Ayam Potong Tembus 37 Ribu Per Kg

1
×

Terindikasi Ada Permainan di Balik Program MBG, Harga Ayam Potong Tembus 37 Ribu Per Kg

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Medan | METRO ONE News – Harga daging ayam segar di sejumlah pasar tradisional Kota Medan dan sekitarnya mengalami lonjakan cukup tajam dalam beberapa pekan terakhir.

Kenaikan harga tersebut terjadi bertepatan dengan kembali bergulirnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah libur panjang sekolah.

Berdasarkan pantauan di wilayah Pasar Tradisional Medan Marelan, Kota Medan Sumatera Utara, Minggu (26/7/2026), terlihat harga daging ayam yang sebelumnya berkisar Rp25.000 per kilogram kini melonjak menjadi Rp37.000 per kilogram, bahkan di beberapa lokasi dilaporkan mendekati Rp40.000 per kilogram.

Tak hanya daging ayam, harga telur ayam juga mengalami kenaikan. Kondisi ini membuat para pedagang dan masyarakat mengeluhkan semakin tingginya biaya kebutuhan pokok sehari-hari.

Sejumlah pedagang mengaku kenaikan harga mulai terasa sejak permintaan ayam meningkat seiring aktifnya kembali program MBG.

“Semenjak MBG mulai aktif lagi memang terasa kali, semua harga bahan pokok naik drastis apalagi harga ayam, pedagang menjerit pembeli jadi sepi,” ujar Br Siregar pedagang Pasar 5 Marelan itu.

Situasi tersebut memunculkan dugaan adanya permainan dalam rantai distribusi maupun pasokan yang menyebabkan harga di tingkat pasar terus merangkak naik.

“Kami menduga ini ada permainan dibalik program MBG menyebabkan harga di pasar terus merangkak naik,” cetusnya.

Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian dan klarifikasi dari pihak terkait.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera melakukan pengawasan terhadap distribusi dan ketersediaan stok bahan pangan agar harga kembali stabil serta tidak membebani daya beli masyarakat.

“Warga berharap pemerintah langsung turun kelapangan melakukan pengawasan dan melihat situasi ketersediaan bahan pokok agar harga kembali stabil dan tidak membebani masyarakat,” harap Ibu 4 anak itu diamini pedangan lainnya.

Lonjakan harga bahan pokok yang terus terjadi dikhawatirkan akan berdampak pada inflasi daerah serta semakin menekan kondisi ekonomi masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah.

Pemerintah pun didesak segera mengambil langkah konkret untuk memastikan pasokan tetap aman dan mencegah praktik-praktik yang dapat memicu kenaikan harga secara tidak wajar. (AW)

Example 300250
Example 120x600
Example 1940x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *