Hamparan Perak | METRO ONE News – Gencarnya selogan Kapolres Pelabuhan Belawan tentang Judi bersih di wilayah hukumnya, sepertinya tidak berlaku untuk wilayah Kecamatan Hamparan Perak. Pasalnya arena judi sabung ayam masih tetap eksis di beberapa titik di wilayah Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deliserdang. Seperti di dusun 3 Depok Jaya Desa Klumpang Kebun dan Klambir Lima Kebun.
Ditengah gencarnya operasi pemberantasan perjudian di berbagai daerah, praktek sabung ayam ilegal justru bebas beroperasi di Desa Klumpang Kebun dan Klambir V Kebun, Kecamatan Hamparan Perak, seolah tanpa sentuhan hukum sedikit pun. Diduga ada beking oknum yang jadi pengaman sehingga terkesan terpelihara.
Informasi yang berhasil dihimpun, dugaan adanya setoran rutin kepada oknum aparat tercium segar. Aparat yang seharusnya menegakkan hukum, malah terlihat duduk berdampingan dengan pengelola.
“Sudah lama tempat itu beroperasi. Polisi pasti tahu, tapi pura pura tidak tahu. Katanya ada bekingan dari oknum” ujar seorang warga dengan nada kesal.
Fenomena ini semakin menguatkan persepsi publik bahwa penegakan hukum masih tebang pilih. Di wilayah lain, aparat begitu tegas menindak praktik sabung ayam. Namun di Desa Klumpang Kebun dan Klambir V Kebun, arena perjudian justru berkembang pesat. Terutama pada akhir pekan Sabtu dan Minggu dengan aktivitas yang berlangsung terang terangan.
Foto ilustrasi
Jika dugaan setoran dan bekingan itu terbukti benar, maka persoalan ini bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, tetapi bentuk pengkhianatan terhadap sumpah dan integritas aparat negara.
Masyarakat kini meminta kepada Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Aditya S.P Sembiring M,.S.I.K dan Kapolda Sumatera Utara, Irjen. Pol. Whisnu Hermawan Februanto untuk segera turun tangan. Menutup arena sabung ayam ilegal yang sudah mewabah. Memeriksa para pelaku dan menindak siapa pun yang terlibat tanpa pandang bulu. Tangkap para pemain dan bandar, berikan efek jera.
“Karena bila hukum hanya tajam kepada rakyat kecil namun tumpul terhadap mereka yang berkuasa dan berduit, maka keadilan di negeri ini tinggal slogan kosong” kesal warga. (AW)


















