Rantauprapat | METRO ONE News –Seorang pria yang mencari berondolan diduga ditembak oknum Polisi selaku BKO di perkebunan PT. Milano di desa Sei Nahodaris Kecamatan Panai Tengah Kabupaten Labuhanbatu.
Pria remaja (23) itu mencari berondolan di lokasi perkebunan PT- Milano blok 2/3. Berondolan yang diambil sebanyak kisaran 20 kg.
Aksi pencari berondolan diketahui oleh oknum polisi (BKO) dilokasi, dan langsung lepaskan dua tembakan. Peluru mengenai paha, pinggul serta kepala luka menganga.
Menurut warga, kejadian terjadi pada Jumat (10/10/26) sekira pukul 14.00 WIB. Ada terdengar letusan senjata sebanyak dua kali.
Mendengar ada suara tembakan masyarakat geram dan mencari oknum BKO di lokasi perusahaan PT. Milano Kisaran pada pukul 18.25 Wib. Masyarakat yang mencari oknum BKO datang dari desa Sei Nahodaris, Sei-rakyat, dan desa Labuhan bilik. Warga datang berbondong ke perusahaan tanpa undangan.
Jumlah masyarakat yang datang kisaran 700 jiwa meminta pertanggung jawaban perusahaan atas insiden yang dianggap kejam itu.
Geram pada pihak perusahaan yang tak kunjung datang untuk klarifikasi serta oknum BKO juga menghilang, masyarakat melampiaskan amarah. Kaca Kantor PT- Milano pecah, juga dua unit rumah dinas Manager dan rumah dinas Humas tak luput dari amuk warga, luluh berantakan.
Tokoh pemuda Hardiansyah Maulana geram atas tindakan oknum BKO. Pelaku penembakan harus bertanggung jawab, dan meminta pada Kapolri memecat pelaku dari jabatannya. Tindakan maen tembak sungguh tidak manusiawi. Demikian dengan perusahaan, minimnya silaturahmi pada masyarakat.
Saya menduga PT. Milano tidak kantongi izin HGU. Mohon kepada pihak BPN periksa izin PT-Milano” cetusnya dengan nada geram.
Kapolsek Panai Tengah AKP Amlan saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, korban telah dilarikan ke RSUD Rantau Prapat guna mendapat pertolongan medis. Untuk nama oknum pelaku, Kapolsek Panai Tengah belum bersedia memberikan komentar.” Mohon izin karna saya baru sampai di lokasi” cetusnya (Red)


















