Langkat | METRO ONE News – Kali ini bukan keracunan di MBG ,tetapi keracunan di kegiatan wirid yasinan di rumah warga desa Karya Maju. 60-an warga diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap mie rebus yang disajikan dalam acara wirid yasin di Dusun I Lorong Makam, Desa Karya Maju, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Jumat (23/10/2026).
Sebagian besar warga yang mengalami gejala keracunan merupakan penduduk Desa Karya Maju. Selebihnya berasal dari Desa Teluk Bakung, Pulau Banyak, dan Pematang Cengal Barat. Warga dari luar Desa Karya Maju diketahui merupakan keluarga pemilik hajatan yang turut menghadiri acara.
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, kegiatan wirid yasin tersebut dijadwalkan berlangsung di rumah Evi, warga Dusun I Lorong Makam, Desa Karya Maju. Namun, Evi diketahui sedang bekerja di Malaysia sehingga pelaksanaan acara ditangani oleh anggota keluarganya, Aini.
Untuk keperluan acara, pihak keluarga memesan sebanyak 120 bungkus mie rebus dari jasa katering yang berasal dari Kecamatan Secanggang.
Beberapa jam setelah menyantap makanan sejumlah undangan mulai mengalami berbagai keluhan, seperti pusing, sakit kepala, mual, muntah, diare, nyeri pada tulang, hingga tubuh terasa lemas dan sulit digerakkan.

Puluhan Warga Mendapatkan Perawatan Medis
Warga yang mengalami gejala telah mendapatkan penanganan medis. Sebagian dirawat oleh petugas Puskesmas, sementara lainnya mendapatkan perawatan di rumah, termasuk pemberian cairan infus dan obat-obatan.
Sejumlah warga juga menjalani perawatan inap di RSUD Tanjung Pura dan Rumah Sakit Putri Bidadari.
Kepala Desa Karya Maju, Anwar membenarkan adanya sejumlah warga yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap mie rebus dalam acara wirid yasin itu.
“Ya, ada warga yang diduga keracunan mie rebus. Kalau dari desa kita, sekitar 20-an orang. Namun, untuk warga dari luar desa, saya belum mengetahui berapa jumlah keseluruhannya,” ujar Anwar.
Salah seorang warga Pematang Cengal Barat, Cici Cahaya (34), bersama suaminya, Abdul Halim (43) mengaku mengalami gejala setelah menyantap mie rebus yang dibawa saudaranya dari acara wirid. Mereka menyantap mie rebus dan sekitar 2 jam mereka mengeluhkan pusing, mual, sakit perut, dan beberapa kali BAB. Badan terasa panas, serta tubuh terasa lemas hingga sulit digerakkan.
Cici juga mengatakan bahwa anak mereka, Jelita Rahmadani (16), turut mengalami gejala serupa. Keterangan itu disampaikan saat mereka berada di RSUD Tanjung Pura, Senin (26/10/2026).
Keluhan serupa juga dialami Riska Agustina (25), warga Teluk Bakung, yang diketahui sedang hamil lima bulan. Ia turut mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan kejadian dan mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan data yang diperoleh dari RSUD Tanjung Pura, terdapat sembilan orang yang menjalani pengobatan terkait dugaan keracunan. Dari jumlah itu, tiga pasien masih menjalani rawat inap.
Salah seorang pasien yang masih dirawat diketahui merupakan seorang anak bernama M. Rapa. Sejumlah pasien lainnya yang mendapatkan perawatan antara lain Riska, Nur Adlena, Jelita Rama Dhani, Sarmina, Armanda, dan Revi Mahliza. Namun sebagian besar pasien sudah pulang.
Data itu merupakan jumlah pasien yang tercatat di RSUD Tanjung Pura dan belum tentu mencakup seluruh warga yang mengalami gejala serupa difasilitas kesehatan lainnya.
Warga Teluk Bakung Juga Terdampak
Kepala Desa Teluk Bakung, Riza Ansyari, turut membenarkan bahwa sembilan warganya mengalami gejala yang diduga akibat keracunan mie rebus setelah menghadiri acara wirid yasin di Desa Karya Maju.
“Iya bang. Ada sembilan orang warga kita yang terkena dugaan keracunan mie rebus. Mereka merupakan keluarga dari pihak yang mengadakan hajatan wirid yasin. Mereka datang ke Karya Maju dan menyantap mie rebus. Ada juga yang membawa pulang mie rebusnya” ungkap Riza.
Ia menduga kejadian itu berkaitan dengan makanan yang disajikan dalam acara wirid yasin. Namun, penyebab pasti kejadian itu masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan dan penyelidikan pihak berwenang.
Menindaklanjuti kejadian keracunan pihak Puskesmas dan Polsek Tanjung Pura telah melakukan kunjungan kepada sejumlah pasien yang mengalami gejala keracunan.
Pihak kepolisian juga tengah melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah warga yang terdampak. (Syah)


















