Jakarta | KABARBERANDA – Suyus Windayana, Direktur Jenderal Tata Ruang, membuka Rapat Kick-off Meeting – Bantuan Teknis Bank Dunia Persiapan Proyek Integrated Land Administration and Spatial Plan (ILASP) pada Selasa (05/08).

Dalam sambutannya, Suyus berharap adanya bantuan ini dapat mendukung terciptanya keseimbangan ekonomi dan lingkungan dalam penataan ruang.
“Kita mulai perlu mengenalkan ekonomi hijau dengan mengintegrasikan swasembada pangan, hilirisasi, serta upaya penjagaan lingkungan dalam dokumen tata ruang,” tegasnya.

Willem Van Der Muur selaku Senior Land Administration Specialist menjelaskan bahwa bantuan teknis ini diberikan melalui Universitas Gadjah Mada (UGM) kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk mengintegrasikan konsep pengelolaan lanskap berkelanjutan dalam penyusunan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional (RTR KSN), terkhusus untuk lingkungan hidup (LH) pada hutan lindung atau taman nasional.
“Adanya Proyek ini merupakan bagian dalam mendukung komitmen Pemerintah di FOLU NET SINK 2030 karena RTR merupakan kunci dalam mengendalikan perubahan iklim,” jelas Willem. (Rel/SB)








