Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Proyek Gedung SMPN 2 Kualuh Selatan Ajang Korupsi Berjamaah, “Merampok Bareng Bareng”

402
×

Proyek Gedung SMPN 2 Kualuh Selatan Ajang Korupsi Berjamaah, “Merampok Bareng Bareng”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Labura | METRO ONE News – Proyek yang bersumber APBN bantuan program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2025 di SMPN 2 Kualuh Selatan Kabupaten Labura, diduga jadi ajang korupsi berjamaah. Terindikasi menggunakan bahan bahan material yang tidak sesuai spesifikasi. Besi baja yang digunakan ukuran 10 mm, besi untuk cincin ukuran 6 mm. Kusen untuk daun pintu jendela dari kayu yang bukan kayu kelas.

Saat media melakukan investigasi ke lokasi pekerjaan, menemukan besi baja dan besi cincin pengikat untuk tiang tidak sesuai spesifikasi. Kuat Dugaan kepsek dan ketua Panitia pelaksana kegiatan setali tiga uang demi memperkaya diri sendiri dan kelompok.

Yang menjadi kejanggalan disetiap item pekerjaan bangunan, baik itu rehab lokal dan ruangan baru tidak ditemukan plank proyek pekerjaan seperti mana mestinya. Demi untuk memuluskan dugaan kecurangan kepsek dan ketua panitia pelaksana mereka terkesan menutupi, tidak transparansi dalam pengolahan anggaran. Diketahui kalau plank proyek juga memiliki anggaran, juga tertuang dalam Rancangan Anggaran Biaya ( RAB ) sehingga tidak tertulis secara rinci anggaran per item nya. Belum lagi bahan bahan material bangunan seperti kosen daun jendela terlihat jelas SMPN 2 Kualuh Selatan diduga menggunakan bahan material yang tidak sesuai mutu. Sehingga pekerjaan proyek pembangunan di SMPN 2 diragukan kwalitas dan kekuatannya yang dapat membahayakan bagi siswa siswi.

Kadis pendidikan yang dikonfirmasi mengaku tak ikut dalam urusan proyek. “Izin dinda, secara teknis itu ada team monitoring dan pengawas nya dari Universitas dinda. Disdik tak ikut dalam sistem. Kita hanya membantu kelancaran pelaksanaan. Contohnya jika datang pengawas nya kita bawakan ke sekolah yang dituju. Tapi kami tidak ikut dalam kepanitiaan pembangunan dinda. Karena para Kasek langsung dengan pihak kementrian dinda” ujar Kadis.

Saat pertanyaan melalui data dan juknis kementerian, Kadis tidak bisa lagi berkilah. “Ya dinda, itu sudah dilakukan oleh disdik melalui kasi SARPRAS kita. Tapi hanya sekedar itu, sedang pengawasnya ada dari Universitas” cetus Kadis

Sementara itu saat Kepsek Eliarman ditanyakan nama konsultan pengawas dan apakah disdik Labura sudah melakukan monitoring serta evaluasi ke sekolah, hingga berita diterbitkan Kepsek bungkam dan tutup mulut (DenyMunthe)

Example 300250
Example 120x600
Example 1940x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *