Klambir Lima Kebun | METRO ONE News – Proyek jembatan titi merah (Timer) menghubungkan desa Klambir Lima Kebun – Klambir Lima Kampung Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang diduga kuat bernuansa korupsi. Bukan tanggung anggaran yang dikucurkan di proyek fital itu, dibandrol sebesar Rp 6.4 Milyar, fantastis memang.
Tak diketahui persis anggaran yang sebenarnya, kontraktor yang mengerjakan juga tak tau siapa. Mengingat plangk proyek ditempel secara tersembunyi. Berada di dalam proyek yang ditutup pagar seng kokoh. Tak seorang pun bisa masuk ke dalam proyek, kecuali pekerja. Metro one cuma bisa mencuri foto dari kejauhan. Bayang bayang plank tak dapat terfoto secara jelas. Idealnya, plank harus terpampang jelas di lokasi yang gampang terlihat, bukan diletakkan di dalam lokasi yang terkurung. Petugas pengawas marah besar jika ada seseorang yang ingin masuk ke lokasi. Diduga kuat ada aksi sesuatu yang disembunyikan.
Proyek mulai dikerjakan awal Agustus 2025, hingga pertengahan November, pengerjaan diperkirakan baru mencapai 45 %.
Dari catatan masyarakat sekitar, jembatan titi merah sudah ada sejak puluhan tahun. Jembatan itu selebar 3 M dengan kondisi yang seadanya. Merupakan jalur penghubung antara yang hanya bisa dilalui kenderaan roda dua. Jika pun ada kenderaan roda empat yang melintas harus ekstra keras, pas pasan dan kondisi jembatan bergoyong.
Kondisi itu memaksa masyarakat memohonkan kepada Bupati Deliserdang Dr Asri Ludin Tambunan agar membangun secara permanen jembatan. Permintaan itu disetujui Bupati dan siap menganggarkan biaya sebesar Rp. 6,4 Milyar.
Hingga berita ini dirilis tak satu pun pejabat berwewenang yang dapat dikonfirmasi, dari petugas lapangan hingga pejabat Dinas terkait Deliserdang terkesan menghindar. (Red)


















