Karo | METRO ONE News – Kelompok tani yang memperoleh bibit kentang dari dinas Pertanian Karo mengeluh. Tanaman kentang gagal panen, Dinas Pertanian Karo dituding menipu, proyek P APBD tahun 2024 diduga misterius.
Menurut petani, bibit kentang mereka peroleh dari dinas Pertanian Tanah Karo pada Oktober tahun 2024. “Bibit kentang itu sepertinya bukan yang unggul, buktinya tak ada hasil, buah kentangnya tak bisa dipanen, kami merasa tertipu” ujar anggota Koptan yang minta nanya tidak disebut.
Menyikapi keluhan kelompok tani tim media mendatangi kantor dinas pertanian kabupaten Karo. Bermaksud mempertanyakan sebab dan akibat dari gagalnya panen para petani kentang penerima benih dari Pemda Karo. Nama nama kelompok tani penerima manfaat penyaluran bibit kentang juga perlu diketahui. Selain itu tim media juga meminta agar pihak dinas pertanian Karo dapat menjawab seluruh pertanyaan yang berkaitan dengan program pengadaan belanja barang untuk dijual/diserahkan kepada masyarakat bibit kentang G2. Anggaran tahun 2024 itu dengan pagu sebesar Rp. 268.660 juta sebanyak 7500 kilogram.
Akan tetapi pihak dinas Pertanian terkesan bungkam tak ada yang bersedia memberikan jawaban. Ada dugaan anggaran pengadaan benih kentang itu beraroma korupsi.
Hingga berita ini dinaikan tidak ada seorangpun pejabat yang berkompeten yang bersedia memberi keterangan. Pelaksana tugas Kepala Dinas Pertanian Karo Mickael Purba yang dihubungi melalui nomor selulernya hanya menjawab singkat. “Tidak ada yang berubah, nanti kalau ada waktu kita bertemu, Selasa (9/12)” katanya enteng. Bagaimana sebenarnya proyek benih kentang itu, akan metro one news selami lebih dalam. (Econ)
Ket gambar: Wartawan saat meminta nama-nama Poktan penerima bibit Kentang G 2 di ruangan Sekertaris Pertanian Kabupaten Karo


















