Rantauprapat | METRO ONE News –Warga Kecamatan Rantau Selatan kecewa berat kepada Ketua Baznas Labuhanbatu, H Syamsir Sitorus. Ia dituding pembohong besar tak mampu tepati ucapan. Warga minta agar Pemkab labuhan Batu serta Kakan Kemenag turun tangan. Copot Ketua Baznas dari jabatannya.
Menurut warga, jika memang benar Pemkab Labuhan Batu tidak punya ikatan yang kuat kolaborasi menggagalkan penyaluran Baznas, sudah sewajarnya agar sang pelaksana otomi daerah dapat melirik hingga menindaklanjuti. Bentuk apa saja penyebab Baznas tidak tersalurkan kepada calon penerima.
Akan lebih baik mundur dari jabatan Ketua Baznas. Lebih terhormat daripada sekedar memberi harapan manis saat berada dihadapan media. Besar kemungkinan bila Ketua Baznas mundur dengan cara terhormat agar urutan penggantinya ada dan kondisi Baznas nantinya akan mengalami perubahan yang sangat signifikan. “Jika beliau tetap tak mau mundur ada dugaan Integritas dan moral beliau diragukan. Selain pelaksana otonomi daerah Labuhanbatu sudah seharusnya Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A., Menteri Agama, melalui, Dr. H. Asbin Pasaribu., M.A., Kemenag Labuhanbatu untuk segera menelusuri janji palsu yang terhormat Ketua Baznas Labuhanbatu. Kami butuh perubahan yang nyata bukan sekedar janji manis.” ungkap warga Jum’at (19/12/25)
Berawal dari isu terjadinya pilih kasih tentang realisasi pencairan bantuan Baznas sudah terlaksana diberbagai wilayah Kecamatan. Tetapi untuk wilayah Kecamatan Rantau Selatan tidak kunjung terlaksana. Padahal posisi letak Kantor Baznas berada di wilayah Kecamatan Rantau Selatan. Sehingga muncul dilema kecemburuan sosial.
“Ibarat pohon yang amat besar dan rindang berada di Kecamatan Rantau Selatan. Akan tetapi, warga yang bisa numpang untuk berteduh hanya bisa dari warga yang diluar kecamatan Rantau Selatan. Lebih baik pohon besar dan rindang (Kantor Baznas) itu dipindahkan saja biar kami tak usil” ujar warga
Jauh sebelumnya H. Syamsir Sitorus S.IP Ketua Baznas Labuhanbatu mengaku di beberapa Kecamatan sudah terlaksana realisasi pencairan. “Kalau untuk warga yang ada di Kecamatan Rantau Selatan, minggu depan sudah terealisasi” ujarnya saat ditemui Wartawan di Rabu (3-12/25) lalu. Nyatanya, apa yang ia ucapkan sangat bertolak belakang, penipu memang. (KRN)


















