Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Pemerintah Hari Ini Gelar Sidang Isbat Penatapan 1 Syawal 1447 Hijriah.

37
×

Pemerintah Hari Ini Gelar Sidang Isbat Penatapan 1 Syawal 1447 Hijriah.

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta | METRO ONE News – Sidang isbat untuk menentukan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri 2026 digelar hari ini Kamis (19/3/2026). Penetapan hari raya oleh pemerintah melalui Kementerian Agama, akan didasarkan pada hasil perhitungan astronomi (hisab) serta pemantauan hilal (rukyatul hilal) dari ratusan titik di seluruh Indonesia.

Sidang isbat akan berlangsung di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Tahapan sidang isbat dimulai pada pukul 16.30 WIB, di mana kegiatan diawali dengan seminar posisi hilal yang bersifat terbuka untuk umum.

Dalam sesi ini, akan dipaparkan posisi hilal awal Syawal 1447 H secara astronomis. Selanjutnya, pukul 18.45 WIB, sidang isbat utama digelar secara tertutup setelah waktu Maghrib.

Dalam sidang ini, peserta akan membahas hasil pemantauan hilal (rukyatul hilal) dari berbagai titik di Indonesia serta mencocokkannya dengan data hisab. Kemudian, pada pukul 19.25 WIB, Menteri Agama RI dijadwalkan mengumumkan hasil penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah kepada publik.

Dikutip dari Kompas.com sebelumnya, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama, Arsad Hidayat, menjelaskan bahwa penetapan Idul Fitri dilakukan melalui mekanisme sidang isbat sebagaimana penentuan awal bulan Hijriah lainnya.

“Proses penetapan dilakukan melalui musyawarah dengan mempertimbangkan data hisab (perhitungan astronomi) serta hasil rukyatul hilal (pengamatan hilal) dari berbagai wilayah di Indonesia,” ujar Arsad.

Ia menambahkan, sidang isbat merupakan forum resmi pemerintah yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, ulama, pakar astronomi, hingga organisasi kemasyarakatan Islam. Forum ini bertujuan menghasilkan keputusan yang komprehensif dan menjadi pedoman bersama bagi umat Islam di Indonesia. Selain itu, sidang isbat juga menjadi ajang untuk mempertemukan data hisab dan laporan rukyat dari berbagai titik pemantauan di seluruh indonesia.

Kemenag juga mencatat sedikitnya 117 titik pemantauan hilal tersebar di berbagai daerah, melibatkan Kanwil Kemenag, kantor Kemenag kabupaten/kota, pengadilan agama, ormas Islam, serta instansi terkait lainnya.

Adapun sejumlah lokasi pemantauan hilal tersebar di berbagai wilayah, antara lain di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, hingga Papua dan Papua Barat, termasuk titik-titik strategis seperti observatorium, pantai, masjid, gedung tinggi, hingga kawasan perbukitan. (AW)

Example 300250
Example 120x600
Example 1940x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *