Klambir Lima | METRO ONE News – Jusuf (65) warga Dusun l pasar 5 Desa Kelambir Lima Kebun Kecamatan Hamparan Perak Deliserdang, diduga kuat pemain tipu tipu yang ulung. Hanya bermodal rayuan investasi lembu qurban, dua pemodal jadi korban ratusan juta rupiah. Meski terindikasi melakukan penipuan, namun Jusuf tak bergeming, ia tetap mempertontonkan drama tak berseri, miris memang.
Kedua korban Jusuf adalah Supian (58) dan Julianti Hutauruk (58). Supian satu Dusun dengan Jusuf sementara Julianti warga Dusun 19 pasar IV Desa Kelambir Lima Kebun. Modus operandi yang dimainkan Jusuf kepada kedua korban sama dan serupa, berinvestasi lembu qurban dengan keuntungan bagi hasil. Lembu yang sudah diberikan akan diasuh Jusuf, dijual saat lebaran haji, keuntungan akan dibagi.
Keduanya masuk perangkap Jusuf di tahun 2023 lalu dan memberikan uang dan lembu kepada Jusuf di tahun itu juga. Tapi apa lacur, sudah berjalan tiga tahun kesepakatan tak pernah terealisasi. Jangankan keuntungan, lembu lembu itu juga raib entah kemana. Supian dan Julianti berkali-kali menanyakan soal kesepakan yang terbangun, namun Jusuf tak bisa memberikan jawaban. Ia terkesan cuek dan tak bergeming, janji janji manis selalu ia sampaikan. Kesal dengan prilaku dan tingkah Jusuf, Supian dan Julianti memilih jalur hukum, mereka menggandeng pengacara Lazim Surbakti SH sebagai kuasa hukum membawa kasus penipuan itu ke Polisi. Bukan tidak mungkin Jusuf bakal menelan pil pahit, jeruji besi menanti.
Lazim Surbakti SH yang ditemui Metro One News Jumat (8/5/25) mengakui sudah menerima kuasa dari Supian dan Julianti.
Lazim Surbakti SH
“Benar kedua korban dugaan penipuan Supian dan Julianti sudah memberikan kuasa ke saya. Di tahun 2023 Supian memberikan uang kontan sebesar Rp 20 juta untuk membeli lembu. Sementara Julianti di tahun 2021 menyerahkan 20 ekor lembu jantan. Tahun 2022 menjelang Idul Adha terjual 7 ekor, di tahun 2023 terjual 4 ekor dan sisa 9 ekor. Namun hingga tahun 2026 tak ada realisasi keuntungan yang diberikan Jusuf. Setiap ditanya ia hanya berkilah macam macam. Indikasi penipuan sangat kental, kita akan memberikan somasi ke Jusuf. Bila mana somasi yang akan kita layangkan tak direspon, dengan sangat menyesal kita akan laporkan Jusuf ke Polisi” ujar kuasa hukum nyentrik ini.
Menurut Lazim, dengan bergulirnya masalah yang menimpa Supian dan Julianti, kemungkinan masih ada korban korban lain. “Tapi kita tidak masalahkan yang lain, kita hanya terfokus kepada kedua kelien saya. Saat ini kami sedang menyusun berkas berkas untuk membuat pengaduan ke Polda Sumut sembari melayangkan somasi, Wait and see” ujar Lazim. (Plong)
Foto : Kandang lembu milik Jusuf terlihat kosong, lengang tak berpenghuni (foto MON/Plong)


















