Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Pemkab Labuhanbatu Gerak Cepat Lawan TBC

4
×

Pemkab Labuhanbatu Gerak Cepat Lawan TBC

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Rantauprapat | METRO ONE News –Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu nyatakan perang terhadap penyakit Tuberculosis (TBC).

Hal tersebut ditegaskan dalam rapat koordinasi penguatan aksi nyata percepatan eliminasi TBC yang digelar Kamis, 28 Agustus 2026.

Rakor dibuka langsung oleh Asisten I Setdakab Labuhanbatu Drs H. Sarimpunan Ritonga yang turut didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu Hj. Tuty Noprida Ritonga, S.Si.Apt.M.M bersama jajaran lintas sektor.

Dalam sambutannya, Asisten I menekankan bahwa TBC bukan penyakit biasa. Penyakit ini masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia akibat infeksi dan sangat menular melalui udara.

“Jangan ada lagi warga Labuhanbatu yang meninggal karena batuk lama dan tidak berobat. Ini tanggung jawab kita bersama. Pemerintah Kabupaten labuhan batu melalui tenaga kesehatan, hingga masyarakat harus bergerak satu komando,” sebut Sarimpunan Ritonga.

Selanjutnya Kadinkes Hj. Tuty, memaparkan data dan strategi percepatan. Fokus utama ada pada penemuan kasus aktif, pengobatan tuntas, pencegahan penularan, dan penguatan skrining difasilitas kesehatan serta komunitas.

Menurut Tuty, kunci eliminasi TBC ada pada 3T: Temukan, Tangani, dan Tuntaskan sampai sembuh.

Tanpa dukungan masyarakat untuk berani periksa dan tidak takut stigma, target akan sulit tercapai.

Rakor ini menjadi momentum menguatkan komitmen seluruh OPD, camat, kepala puskesmas, hingga kader. Karena TBC tidak bisa ditangani Dinkes sendirian. Perlu gerakan dari desa, sekolah, tempat kerja, hingga rumah ibadah.

“Percepatan eliminasi TBC 2030 adalah target nasional. Labuhanbatu harus lebih cepat. Kita punya SDM dan fasilitas, tinggal bagaimana kita serius mengeksekusinya di lapangan” sebut Tuti”.

Salah satu aksi nyata yang ditekankan adalah pelacakan kontak erat. Setiap satu pasien TBC positif, minimal 10 orang di sekitarnya harus diperiksa. Ini untuk memutus rantai penularan sejak dini.

Pemkab Labuhanbatu juga mendorong penghapusan stigma. Penderita TBC harus didukung, bukan dijauhi. Karena dengan pengobatan 6 bulan yang teratur, pasien TBC bisa sembuh total dan kembali produktif.

Di akhir rakor, seluruh peserta menandatangani komitmen bersama. Targetnya jelas menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat TBC di Labuhanbatu. “Perusahaan sehat dimulai dari karyawan sehat. Daerah maju dimulai dari warganya bebas TBC,” (KRN)

Example 300250
Example 120x600
Example 1940x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *