Berastagi | METRO ONE News – Pengutipan uang sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) menjadi sorotan di Kabupaten karo. Seorang orang tua siswa baru di SMA Negeri 1 Berastagi mengeluh dan merasa sangat terbeban dalam hal pembayaran uang SPP. Setiap bulan dikenakan biaya yang memberatkan sebesar Rp. 100.000 dengan modus untuk mendukung program pendidikan di sekolah
Menurut pengakuan orang tua siswa itu, total biaya yang harus dibayarkan guna SPP dalam setahun mencapai Rp.1.200.000, belum lagi biaya pembelian baju batik dan baju olahraga.
Di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih penuh tantangan, kewajiban mengeluarkan biaya menjadi beban tersendiri bagi orang tua siswa. Mereka berharap pemerintah tidak menutup mata dengan persoalan ini.
Media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala SMA Negeri 1 Berastagi, Normawati martina. Br. Ginting, melalui pesan teks WhatsApp pada Rabu 16 Sep 2026, sekitar pukul 17,05 WIB. Namun hingga berita ini diterbitkan, pesan tersebut belum memperoleh respons.
Media tetap memberikan ruang hak jawab kepada pihak sekolah untuk memberikan penjelasan atau klarifikasi atas dugaan yang disampaikan dalam pemberitaan ini, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Publik kini menunggu langkah tegas Dinas Pendidikan untuk menindaklanjuti pengutipan tersebut maka hal itu tidak hanya bertentangan dengan aturan, tetapi juga berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan yang seharusnya menjunjung tinggi transparansi, keadilan, dan keberpihakan kepada peserta didik. (Econ)


















