Kelambir V Kebun | METRO ONE News – Pengerjaan proyek Drainase di dusun V Gang Kapas l Desa Kelambir Lima Kebun Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deliserdang, sepertinya bakal menimbulkan masalah baru. Sejak dimulainya pengerjaan sudah tumbuh benih benih kebencian warga sekitar. Dari mulai tak adanya pemberitahuan ke warga ada pengerjaan Drainase, hingga saluran yang tak simetris bengkok bengkok, kini timbul lagi polemik baru. Jalan gang warga dibelah sebagai saluran hanya untuk pengalihan pekerjaan.
Di awal pengerjaan selain berbelok belok seperti ular dan ketebalan juga banyak yang diduga tidak sesuai spek. Dengan ketebalan yang tidak merata ini diragukan kwalitasnya dan tidak bertahan lama.
Menurut warga, jika dibandingkan dengan drainase yang lama, pengerjaan baru itu sangat bertolak belakang. Jauh lebih bermutu yang lama. Ketebalan yang masih dipasang papan mal belum dicor itu diperkirakan kurang dari 15 Cm . Sementara coran yang sudah terbuka papan mal nya terlihat retak dan sompel sompel. Anggaran yang diperuntukkan di pengerjaan tak berkualitas itu cukup fantastis, sebesar Rp 1.052.638.000,00. Jika dilihat besarnya anggaran dengan hasil yang seburuk itu, bukan tidak mungkin proyek itu bakal sia sia.
Pembelahan jalan dimulai Senin (28/9/26), jalan dibelah persis dari depan mesjid Al Ikhlas di gang Kapas l. Dipastikan adanya pembelahan akses jalan mengganggu warga yang bolak balik keluar gang. Terlebih jamaah masjid akan terganggu beribadah.
Menurut warga pembelahan jalan itu berkaitan dengan tugu gapura di depan gang. Pondasi Tugu persis berada di parit. Jika proyek diteruskan ke ujung jalan besar otomatis gapura ambruk. Satu satunya jalan gang dibelah beberapa meter sebelum gapura.
“Sejak awal sudah menuai masalah, proyek drainase itu pengalihan, drainase yang lama masih kokoh. Mungkin karena proyek drainase di gang Kapas itu yang bermasalah sehingga Kadus SDABMBK Delisrdang Janso Sipahutar dimutasi dari jabatannya. Kita tunggu apa nanti yang terjadi” cetus warga (Red)


















