Kelambir Lima | METRO ONE News – Proyek drainase di gang Kapas I Desa Kelambir Lima Kebun Kecamatan Hamparan Perak Deliserdang menimbulkan polemik baru. Pasalnya, badan jalan yang dibelah menjadi tempat genangan air.
Gorong gorong persis berada di sebelah gapura masuk gang Kapas. Saluran air dari jalan besar Kelambir menuju gang Kapas tak bisa dibuat parit karena terhalang pondasi gapura. Jika pondasi gapura dibongkar gapura bersejarah itu dipastikan ambruk. Solusinya jalan gang Kapas dibelah dari sebelah dinding masjid Alikhlas hingga disisi kiri gang. Pembelahan jalan untuk menanam gorong gorong itulah yang menjadi deretan kekesalan warga.
“Hujan sekejap tapi air di badan jalan itu tergenang, surut memerlukan waktu yang panjang. Air di badan jalan tak mengalir, kondisi bekas pemasangan saluran air lebih rendah dari parit. Lubang pantauan di kedua sisi gorong gorong juga tak dirapikan, pengerjaannya seperti dipaksakan” kata warga sekitar.
Sejak Awal Jadi Gunjingan
Pengerjaan proyek Drainase di dusun V Gang Kapas l Desa Kelambir Lima itu sudah terkesan asal asalan. Terlihat jelas tak simetris bengkok bengkok macam ular.
Selain berbelok belok seperti ular dan ketebalan juga banyak yang diduga tidak sesuai spek. Dengan ketebalan yang tidak merata ini diragukan kwalitasnya dan tidak bertahan lama.
Jika dibandingkan dengan drainase yang lama, pengerjaan baru itu sangat bertolak belakang. Jauh lebih bermutu yang lama. Saat pengerjaan ketebalan yang masih dipasang papan mal belum dicor itu, diperkirakan kurang dari 15 Cm . Sementara coran yang sudah terbuka papan mal nya terlihat retak dan sompel sompel. Anggaran yang diperuntukkan di pengerjaan tak berkualitas itu cukup fantastis.

Saat mulai dikerjakan, masyarakat menentang keras, mengingat tak ada pemberitahuan sebelumnya. Secara tiba tiba alat berat sudah melakukan pengorekan, merusak akses jembatan menuju rumah warga masing masing.
Aksi menentang pengerjaan drainase berbiaya Rp 1 Milyar lebih itu terjadi pada Sabtu (8/8/26). Warga yang mengetahui ada pengerjaan secara tiba tiba menanyakan kepada Kadus setempat Rizky. Menurut warga Kadus tak ada memberi tahukan ke warga ada proyek drainase, terlebih drainase yang lama masih tergolong bagus. “Kami bukan menentang proyek pemerintah, tapi setidaknya adalah sosialisasi ke warga, mengingat pelebaran parit drainase ini merusak jembatan dan mengenai lahan warga. Jembatan menuju rumah tiba tiba dihancurkan, ini kan sama artinya warga tak dianggap apa apa. Ujub ujub parit dikorek, jembatan dihancurkan, warga tak bisa lagi masuk ke rumah, seenak udel mereka saja” ujar Bambang warga gang Kapas l saat itu.
Saat ini pengerjaan di gang Kapas I dianggap selesai, para pekerja mengerjakan pengorekan parit di jalan besar Kelambir Lima. Cara kerja hampir sama dan sebangun seperti di gang Kapas. Bukan tidak mungkin bakal ada juga permasalahan yang bakal timbul (Red)


















