Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Ternak Bantuan Hanpang Lenyap Tak Bersisa, Satu Kata Untuk Kelompok Tani Penerima, PENJARAKAN.

553
×

Ternak Bantuan Hanpang Lenyap Tak Bersisa, Satu Kata Untuk Kelompok Tani Penerima, PENJARAKAN.

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Asahan | METRO ONE News – Benar benar mencengangkan publik terkait bantuan ketahan pangan Desa Aek Nabuntu Kecamatan Aek Ledong Kabupaten Asahan. Bantuan itu penuh misteri dan rekayasa, ternak ternak tak berdosa itu lenyap tak tersisa. Sungguh diluar nalar, para penerima terkesan kejam dan penipu, biadab memang. Satu kata untuk para kelompok tani penerima, penjarakan.

Pernyataan beberapa ketua Poktan yang dirangkap kepala dusun Desa Aek Nabuntu mengungkap terang bahwa sejak tahun 2021 hingga tahun 2024 mereka tidak pernah lagi menerima bantuan ternak. Baik kambing maupun lembu dari kucuran program dana Hanpang Desa mereka.

Begitu juga bibit ikan, para penerima hanya sekali saja menerima sekedar bantuan. Itu pun benih ikan jenis lele jumbo yang kerdil.

Dari hasil investigasi ke beberapa Poktan juli 2025, tidak satupun ternak kambing atau lembu yang tersisa di temui untuk dirawat kembangkan oleh 5 kelompok tani kambing dan 1 Poktan Lembu. Apalagi penerima bibit ikan lele jumbo mengakibatkan kucuran itu mubazir dan penuh rekayasa.

Ketua poktan mengaku dengan dalih ternak punah akibat sakit dan raib di lapangan. Bahkan apa yang disampaikan oleh sekdes bahwa bantuan ternak lembu dipelihara di Desa lain. Ternyata keberadaan lembu pun tidak ditemui, hanya tinggal puingan kandang.

Salah satu ketua Poktan Langgeng mengaku sebagai karyawan Kebun swasta bernama Wagito menuturkan kepada media secara jujur. “Disini ada 5 kelompok tani yang pernah menerima bantuan kambing dari kepala desa Aek Nabuntu sebanyak 10 ekor/kelompok. Saya ketua kelompok Langgeng memang pernah menerima bantuan ternak kambing sekitar tahun 2020. Namun yang kami terima kambing masih dere dere (muda) sekitar umur 3 bulanan. 4 induk satu jantan, 5 lainnya terlalu muda. Makanya kambing kambing itu tidak bertahan lama dan pada mati.

Kelompok lain pun mengalami hal yang sama, jadi di dini ada 3 kelompok, di afdeling lain ada 2 kelompok dan tidak satupun kambing yang tersisa. Selain kambing kami menerima bantuan lain untuk kandangnya dengan uang kontan Rp 1 juta / kelompok. Kandang yang 3 kelompok itu ada di lokasi ini semua” cetusnya.

Menuru Wargito, sejak menerima bantuan yang pertama sekitar tahun 2020 namun hingga saat ini kelompok yang lima ini tidak pernah lagi menerima bantuan apapun.

Di tempat terpisah, Kadus perkebunan Aek Nabuntu Selamat menuturkan, ditempatnya ada 2 kelompok tani. Yang satu Poktan Ucok Sariman dan yang satunya lagi kelompok Lestari. “Sedang 3 kelompok lagi itu ada di Devisi VII. Ternak kambing itu sudah tidak ada lagi, bukan mati tapi karena hilang satu persatu di lapangan. Sejak itu di tahun berikutnya kami tidak pernah mendapatkan bantuan ternak lagi, enggak tau kenapa. Coba bapak tanyakan ke Sekdes saja” ungkap Kadus selamat. Istri Ucok Sariman juga mengaku, kambing bantuan itu sudah gak ada lagi, pada mati.

Salah seorang penerima bantuan bibit ikan Desa Aek Nabuntu mengurai, penerima bantuan bibit ikan ada 5 kelompok, pertama dijanjikan 2 ribu ekor/kelompok. Ternyata cuma sekitar seribu ekor yang mereka terima. “Waktu itu sekitar tahun 2020 diberikan di Kantor desa, karena bibitnya kecil kecil jadi tidak ada yang berhasil” sebutnya.

Ketua Poktan Mekar Sari menerangkan, pihaknya mendapat dana bantuan lembu langsung dari kepala desa sekitar tahun 2022. “Jumlah lembu ada 12 ekor dengan tinggi sekitar 1,20 meter. Saat itu harga lembu sedang tinggi tingginya Rp. 9.500.000 / ekor dan uang langsung diberikan oleh Kades ditambah dana bantuan pembuatan kandang. Kalau lembu itu pertama ada 4 ekor yang mati kemudian disusul 2 ekor lagi terkena penyakit namanya PMK. Soal ternak memang kurang berkembang biak tapi masih adalah lembu itu. Bantuan di tahun selanjutnya 2023-2024- 2025 tidak ada lagi. Jadi untuk lebih jelasnya tanya sekdes Epi saja” jelas Ketua Poktan Mulyadi alias Gebeng. (Deny Munthe)

 

 

Example 300250
Example 120x600
Example 1940x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *