Karo | MEDAN METRO ONE News –Pertamina dengan nomor 14.201.1144 yang berada di Laucih Kecamatan Pancurbatu Kabupaten Deliserdang di SPBU itu minyak jenis apa pun pada kosong. Padahal jelas tertulis minyak berupa pertamax turbo 98, pertamax 92, Pertamina Dex, Dexlite, Pertalet pada pukul 17.30 Wib.
Menurut Sitohang, petugas yang berada di lokasi itu mengatakan, kedatang minyak belum dapat kita pastikan jam berapa datang, karena tadi pagi pada pukul 08.00 Wib minyak pertalite dan solar telah datang 8 ton sekarang sudah habis, tapi sebisanya masih datang sore tapi jam nya belum dapat dipastikan, sebutnya. Oleh karena itu sabar saja dulu bang, kita tunggu baru Dapat” katanya.
Putra Sembiring yang ditemui Metro One News mengatakan, walau pun belum ada minyak di sini bang saya tunggu karena minyak mobil tinggal 1 garis sementara perjalanan hendak ke Kabanjahe.
“Saya juga bingung kinerja Pemerintah sekarang ini bisa minyak krisis di kota Medan ini, padahal di Indonesia ini banyak sumber minyak” ujarnya.
Anak bangsa mencari ilmu ditingkat perguruan sangat banyak mengeluarkan biaya mencapai ilmu itu, mirisnya minyak yang ada pun mereka tidak bisa mengelolanya dengan baik.
“Kalau seperti ini nya kinerja para petugas di Negara ini saya berdoa agar secepatnya Kiamat dunia ini, kesalnya. Anak anak bangsa ribuan telah dibiayai guna mendapat ilmu kok minyak saja mereka tidak bisa kelola.
Setahu saya di Pangkalan Berandan tidak ada henti hentinya minyak itu datang dari bawah tanah sementara anak bangsa terkesan kurang paham dalam hal ini. Selamat sore buat anak anak ku mahasiswa terutama bidang migas dan industri” paparnya.
Amatan Wartawan di lokasi SPBU 1144, sepi para pekerja hanya mondar mandir di lokasi itu. Mobil pribadi sudah ada menunggu kedatangan minyak tersebut dikarenakan tangki nyaris habis. (Kor)
Keterangan photo : SPBU 1144 Di.Laucih Kecamatan Pancurbatu.(Metro One News /Kornelius Depari)


















