Kelambir V Kebun | METRO ONE News – Pengumpulan Tandan Buah Segar (TBS) milik PTPN VI PalmCo Regional II Perkebunan Tandem grup, terang terangan beroperasi. Setiap tengah malam kumpulan janjangan dan brondolan sawit ton tonan diangkut menggunakan pengangkutan kendaraan Pick up. Beroperasi sekitar pukul 24.00 WIB, diangkut dari lokasi pengepul di gang Kapas lll desa Kelambir Lima Kebun Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deliserdang. Anehnya, aksi nakal itu tak pernah ada gangguan, petugas pengangkut dan pengepul cekikikan bersenang senang. Lokasi pengepul hanya sepelemparan batu dari kantor Afdeling VI. Papam yang bertanggung jawab mengamankan asset PTPN sepertinya tenang tenang saja, tak tau atau pura pura tak melihat.
Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Papam Khairudin tak memberikan jawaban konfirmasi. Pesan yang terkirim ke WA pribadinya, Sabtu (11/4/26) pagi dibiarkan tak berjawab. Ditunggu hingga Sabtu siang, pesan konfirmasi juga tak berjawab.
Di Rabu (8/4/26) sekira pukul 24.00 WIB, terlihat kendaraan pick up meluncur keluar dari gang Kapas sarat muatan janjangan sawit dan brondolan. Di malam berikutnya mobil jenis APV datang ke lokasi, setelah diisi janjangan, mobil itu meluncur dari lokasi. Adegan angkut sawi dengan kendaraan mobil hampir setiap malam berlangsung. Agen liar pengepul tidak pernah ditindak, sementara masyarakat yang mencari kiloan berondolan hanya buat beli beras ditangkapi. Suatu tindakan yang kerdil dan konyol.
Tidak adanya tindakan dari pihak Papam dan security PTPN, diduga kuat ada kerja sama yang apik terbangun antara pengepul dan petugas yang seharusnya menangkap. Khabar liar berhembus kencang, amannya aksi liar itu ada pembagian keuntungan. Sama sama mendapat uang haram, semacam bagi bagi dosa.

“Kemana Papam, kemana BKO, dimana security, bisa bisanya pengumpulan TBS dan brondolan di lokasi dan diangkut tiap tengah malam tak ada larangan. Petugas dan pengepul pertontonkan kekuatan dan keangkuhan. Pencurian sekala besar itu dibiarkan bebas, mereka menari di lantai dansa. Sementara ada warga yang ngutip brondolan hanya sekedar beli beras ditangkap, menjerit di dasar lumpur. Miris memang. (Plong)


















