Kelambir V Kebun | METRO ONE News – Laki laki berbadan gempal yang mengaku sebagai pengawas pertontonkan sikap angkuh yang tak bersahabat. Oknum itu datang sesaat wartawan mengabadikan titik pengorekan Drainase persis di samping mesjid Al Ikhlas dusun Kapas l desa Kelambir Lima Kebun Kecamatan Hamparan Perak Deliserdang, Kamis (8/10/26)
“Ngapain kalian foto foto ini, tak ada hak kalian ambil foto, fitnah saja kerja kalian” cetus oknum dengan nada tinggi. Saat wartawan mempertanyakan apa kapasitasnya sehingga keberatan mengambil foto untuk diberitakan, oknum yang terkesan sombong itu mengaku sebagai pengawas. “Saya pengawas di sini tak perlu kalian tau siapa nama saya” ujarnya dengan bergaya kampungan. Saat pengambilan foto, Wartawan didampingi anggota FKDM Kecamatan Hamparan Perak. Intinya oknum yang mengendarai mobil Avanza warna hijau lumut itu menganggap FKDM dan media sebagai sampah. Miris memang.

Pengerjaan Pengerjaan proyek Drainase di dusun V Gang Kapas l sedang berlanjut. Para pekerja sedang melakukan pengorekan di pinggir jalan besar Kelambir. Sementara pengerjaan yang membelah jalan gang Kapas dibiarkan masih porak poranda. Lubang yang menganga di sisi parit mesjid dibiarkan begitu saja. Jamaah mesjid merasa terganggu, sebarkan aroma amis dan busuk.
Saat pengambilan foto lubang menganga itulah oknum berbadan besar itu datang dan marah marah.
Dari awal pengerjaan sudah tercium bobroknya pengerjaan. Selain berbelok belok seperti ular, ketebalan juga banyak yang diduga tidak sesuai spek. Dengan ketebalan yang tidak merata ini diragukan kwalitasnya dan tidak bertahan lama.
Jika dibandingkan dengan drainase yang lama, pengerjaan baru itu sangat bertolak belakang. Jauh lebih bermutu yang lama. Ketebalan yang masih dipasang papan mal belum dicor itu diperkirakan kurang dari 15 Cm . Sementara coran yang sudah terbuka papan mal nya terlihat retak dan sompel sompel. Anggaran yang diperuntukkan di pengerjaan tak berkualitas itu cukup fantastis.

Awalnya masyarakat menentang keras proyek itu, disebut sebut proyek drainase sengaja dialihkan yang sebenarnya bukan berada di gang Kapas. Ada oknum oknum yang pasang badan agar drainase ditempatkan di gang Kapas.
Aksi menentang pengerjaan drainase berbiaya Rp 1 Milyar lebih itu terjadi pada Sabtu (8/8/26) bulan lalu. Warga yang mengetahui ada pengerjaan secara tiba tiba menanyakan kepada Kadus setempat Rizky. Menurut warga Kadus tak ada memberi tahukan ke warga ada proyek drainase, terlebih drainase yang lama masih tergolong bagus. “Kami bukan menentang proyek pemerintah, tapi setidaknya adalah sosialisasi ke warga, mengingat pelebaran parit drainase ini merusak jembatan dan mengenai lahan warga. Jembatan menuju rumah tiba tiba dihancurkan, ini kan sama artinya warga tak dianggap apa apa. Ujub ujub parit dikorek, jembatan dihancurkan, warga tak bisa lagi masuk ke rumah, seenak udel mereka saja” ujar Bambang warga gang Kapas l saat itu.
Sejak sepekan terakhir, pengerjaan sepertinya sengaja pindah pindah. Belum selesai satu titik pindah ke titik lain. Belum dirapikan jalan masuk gang yang dibelah, pindah lagi ke sisi jalan besar. Penderitaan warga semakin komplek. Termasuk jamaah masjid yang merasa tak nyaman.
Soal arogannya oknum yang mengaku sebagai pengawas itu, media akan berupaya menemui Bupati Deliserdang. (Red)
Foto : Lubang pembongkaran dibiarkan menganga di sisi masjid Al-Ikhlas.


















