Labura | METRO ONE News – Proyek pembangunan bantuan Revitalisasi bersumber dari APBN sebesar Rp 1.2 milyar yang diterima SDN 117516 Karang Sari desa Parpaudangan, Labura diduga tak tepat sasaran, menyalah dan berpotensi dikorupsi. Anehnya Kepsek Roy Arief Azura saat dikonfirmasi malah menunjukkan sikap tak senang. Nyeleneh dan cendrung tak bersahabat.
“Bukan Rp.1,6 milyar pak yang kami terima dana tersebut, dan apakah mau saya hitungkan pak” jawabnya.
Ketika dipertanyakan Rupiah yang ada di plank proyek rehabilitasi toilet dua pintu dengan kerusakan minimal pagu anggaran Rp 40.978.4900,00, Kepsek menjawab seenak perut. “Human error pak, semoga sehat sehat terus ya pak, biar bisa membuat berita terus. Dan semoga hidup bapak tenang dan lancar lancar terus ya pak saya doakan” kata Kepsek asal asalan.

Dari hasil pantauan dilokasi pekerjaan Sekolah Dasar Negeri yang menggunakan bahan bahan material cacat mutu. Baik itu kusen untuk pintu dan juga daun jendelanya. Besi baja untuk tiang cor coran dan juga penggunaan rangka baja yang tidak sesuai standar mutu dan spesifikasi Rancangan Anggaran Biaya. Demi meraup keuntungan pribadi juga kelompoknya sehingga pekerjaan itu asal asalan telah merugikan keuangan negara.
Ketua pelaksana pekerjaan Andi Raharjo penduduk Rahuning kecamatan Rahuning Kabupaten Asahan diduga merubah spesifikasi disaat kepala sekolah sedang cuti. Penyalahgunaan wewenang dengan merubah bahan bahan material sehingga berdampak buruk mutu kualitas. Sehingga pembangunan sekolah diragukan kekuatan juga ketahanan pembangunannya.

Mirisnya, Proyek pekerjaan itu menggunakan bahan bahan yang cacat mutu seperti kayu untuk kusen terlihat sudah berjamur dan rangka baja ringan bengkok saat ditegakkan. Juga besi baja beton yang digunakan diduga tidak sesuai ukuran. Sebab yang digunakan untuk tiang pondasi bangunan menggunakan besi ukuran 10 mm dan besi untuk cincin pengikat tiang ukuran 6 mm. Dan cor coran Pondasi selasar diduga tidak menggunakan besi, hanya susunan bata.
Saat hendak diminta waktu untuk konfirmasi kembali melalui chat WhatsApp, Kepsek menolak. “Saya sudah cuti 12 hari berangkat ke Madinah” tulisnya. (Deny Munthe)


















