Hamparan Perak | METRO ONE News – Peran Bhabinkamtibmas sangat dibutuhkan disaat situasi dirasa genting. Setidaknya warga bisa merasakan kenyamanan dikala kehadiran Bhabinkamtibmas ada ditengah mereka. Tapi tidak demikian bagi warga Desa Klambir V Kebun Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang. Warga kecewa atas minimnya kehadiran dan peran aktif Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat itu. Intensitas kunjungan dan upaya mediasi konflik di tingkat desa yang merupakan tugas utama Bhabinkamtibmas, belum maksimal dirasakan.
Keluhan Warga tentang minimnya Interaksi yang diperankan oknum Bhabinkamtibmas itu, memicu ketidak percayaan terhadap aparat yang bertugas. Kekecewaan ini muncul seiring dengan meningkatnya beberapa kasus kenakalan remaja dan konflik ringan yang butuh penanganan cepat.
“Jujur saja, kami jarang sekali melihat pak Bhabin datang ke sini, apalagi untuk kumpul-kumpul berikan penyuluhan. Padahal, seharusnya Bhabinkamtibmas adalah garda terdepan yang paling dekat dengan kami. Maraknya peredaran narkoba yang sudah dilaporkan Kepala Dusun kepada Bhabinkamtibmas juga tidak mendapatkan respon. Disaat ada keributan di malam hari si Bhabin itu tak mau angkat telepon. Pokoknya susahlah ngubunginya, ntah siapapun nama Bhabin itu kami tak tau. Cuma gaya nya yang kami hafal betul. Gaya tak bersahabat” cetus warga. Warga berharap ganti sajalah Bhabinkamtibmas untuk desa Kelambir Lima Kebun, kinerjanya nol, hobbynya nyanyi sana karoke sini. Gelar patroli di malam hari sempat sempatnya dia berkaraoke di cafe bawah tol.
“Bhabinkamtibmas desa Kelambir Lima Kebun itu tengil kali memang, pernah selisih paham antara dia dengan seorang aparat dari Polisi Militer. Pak TNI itu diminta oleh Kepala Dusun dan Masyarakat untuk mediasi di Gg Sidomulyo Klambir V Kebun. Saat itu Kepala Dusun sudah menghubungi Bhabinkamtibmas untuk minta bantuan namun tak kunjung hadir. Sehingga masyarakat dan Kepala Dusun menghubungi aparat setempat untuk membantu yang kebetulan seorang anggota POM TNI AD. Pak TNI itu berdomisili di Desa sekitar Klambir V, dia segera meluncur. Namun belakangan Bhabinkamtibmas hadir terlambat malah menimbulkan kesalahpahaman. Ngedumel sendirian, ngomel bla bla bla, warga tak menggubris. Si Bhabin cabut dan meninggalkan lokai” kata warga.
Menurut warga, beberapa kasus pencurian ringan dan keributan yang terjadi belakangan ini, justru lebih sering diselesaikan melalui jalur swadaya masyarakat. Bhabin tak lagi perlu dihubungi. Cuma buang buang tenaga nelpon si Bhabin, pasti tak diangkat. Tapi jika yang diselesaikan masalah yang ada ipit ipitnya, secepat kilat dia gerak. (Tim)
Foto : Ilustrasi


















