Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Keluar Dari Sindikat Penipuan Daring, 1.440 WNI Ditangani KBRI Phnom Penh

104
×

Keluar Dari Sindikat Penipuan Daring, 1.440 WNI Ditangani KBRI Phnom Penh

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Phnom Penh | METRO ONE News – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Indonesia di Phnom Phen Darmo Sumarto menyampaikan sampai dengan hari Selasa, 20 Januari 2026, KBRI Phnom Penh masih terus menerima kedatangan WNI yang sebelumnya keluar dari sindikat penipuan daring (online scam) di berbagai provinsi di Kamboja.

Selama periode 16-20 Januari 2026, KBRI telah menerima kedatangan 1.440 aduan WNI. Gelombang kedatangan terbesar terjadi pada hari Senin (19/1/26) sejumlah 520 WNI dalam satu hari. Angka ini cukup fantastis, bila menimbang KBRI menangani 5.008 kasus sepanjang tahun 2025.

Memperhatikan trend penindakan oleh aparat hukum setempat, diprediksi bahwa arus kedatangan WNI masih akan berlanjut untuk beberapa waktu ke depan, permasalahan utama dari mereka adalah tidak memegang paspor dan menetap di Kamboja tanpa perizinan keimigrasian yang valid.

Proses pendataan dan asesmen terus dilakukan terhadap WNI yang melapor ke KBRI, Telah dimulai pembuatan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) secara masif bagi para WNI yang telah melengkapi proses pendataan. WNI yang sakit telah dibawa ke fasilitas kesehatan. Dan kemarin pagi (20/1/26), terdapat 4 WNI yang telah kembali ke tanah air secara mandiri.

KBRI juga terus melakukan koordinasi erat dengan otoritas Pemerintah Kamboja, termasuk kepolisian dan imigrasi, untuk mempercepat proses deportasi WNI. Tengah difinalisasi mekanisme untuk keringanan denda overstay dan percepatan pembuatan exit permit oleh Imigrasi Kamboja.

KBRI Phnom Penh mengimbau WNI yang telah keluar dari lokasi penipuan daring dan masih berada di wilayah Kamboja untuk segera melapor ke KBRI, agar dapat memperoleh bantuan dan fasilitasi kekonsuleran yang diperlukan untuk kepulangan ke Indonesia.

Salah seorang pemuda Asal Sumatera Utara bernama Feri (21) saat menghubungi wartawan Metro One News Senin malam, dirinya mengatakan bahwa dirinya bersama ketiga temanya melarikan diri atau kabur dari kantor scemer tempat dia di sekap di pekerjakan dan paspor di sita, oleh bos berwarga negara China.

Di tempat itu, ia dipaksa untuk menipu orang secara online selama delapan bulan tanpa bayaran meskipun dijanjikan 600 dollar AS atau sekitar Rp 10 juta per bulan. Dirinya tiba di Phnom Penh pada hari Minggu (18/1/2026) dan datang ke kedutaan untuk meminta paspor baru karena paspornya sedang dipegang oleh seorang bos berkebangsaan China.

“Mereka mendengar polisi datang ke dalam kompleks, jadi mereka membiarkan semua orang pergi,” katanya. Bulan ini, Kamboja menangkap dan mendeportasi taipan kelahiran China, Chen Zhi, yang dituduh menjalankan operasi penipuan internet dari Kamboja, ke Tiongkok.

KBRI juga mengingatkan WNI untuk waspada terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan KBRI Phnom Penh.

KBRI Phnom Penh akan terus prioritaskan perlindungan WNI serta berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait untuk memastikan kepulangan WNI ke tanah air berjalan aman, tertib, dan secepat mungkin. (AW)

Example 300250
Example 120x600
Example 1940x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *