Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Antrian di Setiap SPBU Mengular

106
×

Antrian di Setiap SPBU Mengular

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Deli Serdang | METRO ONE News – Akibat pernyataan menteri energi sumber daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahaladia, antrian masyarakat di SPBU mengular, hal itu di picu pernyataan yang menyebutkan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia hanya bisa bertahan 20 hari lagi, sehingga membuat warga beramai-ramai menyerbu stasion pengisian bahan bakar umum (SPBU), Antrian panjang terlihat mengitari sejumlah SPBU di Kota Medan, Salah satunya SPBU 14.203.1109 Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (7/3/2026).

Sebelumnya Bahlil mengatakan, stok BBM di Indonesia terganggu karena perang yang berkecamuk antara Iran dan Amerika. Apalagi Iran dikabarkan sudah menutup Selat Hosmuz yang merupakan jalur perdagangan minyak dunia paling utama.

Bahkan Bahlil juga memastikan kalau harga minyak dunia bakal meningkat karena sejauh ini belum jelas kapan tanda-tanda perang akan berakhir.

Akibat pernyataan itu, warga Sumut beramai-ramai mempersiapkan stok BBM untuk kebutuhan mereka, Sejumlah warga memadati SPBU di beberapa titik diduga karena panic buying, para pengendara khawatir dengan situasi global yang tengah memanas, khususnya konflik yang melibatkan Iran di kawasan Timur Tengah, membuat persediaan BBM akan kacau balau.

Antrian kendaraan tampak mengular di SPBU 14.203.1109 Hamparan perak, yang berada di Jalan perintis kemerdekaan kecamatan hamparan perak, kabupaten Deli Serdang, jumat (5/3/26). Antrian bahkan sudah terjadi sejak pagi hari hingga malam.

Pantauan Metro One News di lokasi, antrian didominasi pengendara sepeda motor, mobil pribadi hingga truk yang menunggu giliran untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM), barisan kendaraan terlihat memanjang hingga keluar dari area SPBU dan meluber ke badan jalan.

Kondisi ini menyebabkan arus lalu lintas di Jalan hamparan perak sempat melambat karena panjangnya antrean kendaraan yang menunggu giliran mengisi BBM.

Dani Ananda, warga sekitar mengatakan, antrian BBM di SPBU tersebut sudah terjadi sejak pagi.

“Dari pagi ini sudah mengular begini antriannya,” ujar Dani yang rumahnya berada persis di dekat SPBU 14.203.1109 Hamparan perak.

Beberapa pengendara mengaku sengaja mengisi BBM lebih awal karena khawatir dengan situasi global yang tengah memanas, khususnya konflik yang melibatkan Iran di kawasan Timur Tengah. Kekhawatiran tersebut memicu sebagian masyarakat untuk mengantisipasi kemungkinan dampak terhadap harga maupun ketersediaan BBM.

“Dengar kabar stok BBM menipis, takut ga kebagian BBM, makanya dibela-belain ngantri gini lah bang,” Ujar Dani pengendara motor.

Tak hanya Dani Ananda, ketakutan tak mendapatkan BBM juga dirasakan warga lainya.

“Besok pagi-pagi saya harus kerja, Bensin di motor tinggal sedikit, Kalau benar akan ada kelangkaan BBM bagaimana? Ga bisa kerja saya,” ujar karyawan swasta ini mengaku mendapatkan info dari media sosial terkait stok BBM yang menipis.

“Banyak seliweran di sosmed, Takut jadinya karena benar-benar butuhkan untuk motor saya,” Ujarnya.

Selain di Hamparan Perak, antrian pembelian BBM juga tampak di seluruh SPBU di Medan Marelan, Medan Helvatia, Medan Labuhan, Pengendara sepeda motor hingga mobil mulai mengantri di SPBU.

Sementara itu sejumlah pedagang bensin eceran mulai mendagangkan BBM jenis Pertamax, Hal ini terlihat dari beberapa pengecer bensin di beberapa ruas jalan di beberapa titik desa di kecamatan hamparan perak.

“Iya bang, pertalite tadi sore habis. Inilah cuma Pertamax yang ada”, Ujar pedagang bensin eceran.

Pertamina juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap pesan berantai dari sumber yang tidak jelas. Selain itu, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi, terutama yang berpotensi menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

Pertamina memastikan akan terus menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.

Menurut informasi antrian tidak hanya di Sumut, di Aceh, Riau dan sejumlah wilayah di Sumatera juga mengalami hal yang sama. Semoga saja masalah ini dapat segera teratasi. (AW)

Example 300250
Example 120x600
Example 1940x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *