Sialang Muda | METRO ONE News – Gudang pengumpul Tandan Sawit Segar (TBS) di dusun 1 desa Sialang Muda Kecamatan Hamparan Perak Deliserdang benar benar keterlaluan. Warga sekitar gudang merasa terganggu akibat kuatnya suara dentuman saat menurunkan TBS dari truk. Meski surat keberatan sudah dilayangkan ke Kadus setempat, namun aksi pengumpulan TBS berjalan terus. Diduga kuat ada beking dibalik pemilik gudang penimbun.
Menurut Syahrul Efendi selaku Ketua tim investigasi LSM FTRI yang mewakili warga, gudang penampung TBS sudah berjalan selama enam bulan.
“Kita yakini gudang itu adalah liar, TBS yang dikumpulkan diduga milik PTPN, karena tak jauh dari pemukiman warga adalah lahan sawit milik PTPN. Dari laporan warga ke kami, setiap malam ada saja petugas yang berseragam datang ke gudang. Mereka pakai masker sehingga tak dikenali wajahnya. Sepertinya yang datang di malam malam itu adalah oknum petugas” ujar Efen.


Menurut Efen, warga yang merasa keberatan keberadaan gudang sudang mengirim surat ke Kadus. Tapi tak ada respon sama sekali. “Sudah saya telepon Kadus 1 si Ateng, ia mengakui keberadaan gudang, tapi menurut si Kadus ia tak tau persis apakah TBS yang dikumpulkan itu milik PTPN atau bukan. Kasihan warga yang berada persis di samping gudang, dinding rumahnya retak akibat kuatnya dentuman TBS yang dibongkar” cetus Efen.
Menurut Efen, warga sekitar tak tau siapa pemilik sebenarnya, hanya ada seorang wanita yang setiap hari tinggal di gudang itu. Dipastikan pemiliknya bukan putra daerah, melainkan orang luar desa Sialang Muda. Hanya saja si pemilik sengaja menempatkan seorang wanita yang dikenal sebagai janda di gudang sebagai penjaga.
“Kita belum tau siapa pemiliknya, TBS yang dikumpulkan ber ton ton itu juga belum diketahui dijual kemana. Tim kami sedang melakukan investigasi untuk mengetahui lebih dalam keberadaan gudang” ujar Efen. (Red)


















