Rantauprapat | METRO ONE News –Kondisi memprihatinkan terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat. Atap pada ruangan layanan informasi dilaporkan mengalami kebocoran dan harus di tampung menggunkan ember.
Namun hingga kini belum terlihat adanya tindakan perbaikan dari pihak terkait. Situasi ini menuai sorotan tajam dari masyarakat karena dinilai mencerminkan buruknya pengelolaan fasilitas publik, khususnya di sektor pelayanan informasi kesehatan.
Peristiwa ini terjadi di ruang layanan informasi RSUD Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara ruang yang seharusnya menjadi pusat pelayanan awal bagi masyarakat yang membutuhkan informasi medis.
Diduga, kebocoran ini terjadi akibat kurangnya perawatan dan pengawasan terhadap infrastruktur bangunan. Minimnya respon cepat dari pihak terkait juga memperparah kondisi, sehingga masalah terus berlarut tanpa solusi nyata, yang mana dampak dari kebocoran ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko keselamatan, seperti lantai licin yang bisa menyebabkan pengunjung terpeleset. Selain itu, kondisi ini mencoreng citra pelayanan publik di sektor kesehatan yang seharusnya mengedepankan kenyamanan dan keamanan.
Informasi yang dihimpun, tim Awak Media saat berkunjung kepada salah satu staf layananan informasi menuturkan, kondisi ini sudah berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama, dan sudah dilaporkan ke atasan, Namun hingga saat ini, belum ada tanda-tanda perbaikan serius dilakukan, “kata staf”.
Ketika tim wartawan bertanya dari mana asal air yang menetes tersebut…? dirinya menjawab tidak tahu. Senin, (30/3/26).
Sejumlah pengunjung keluarga pasien yang enggan disebutkan namanya ketika di temui awak media menyebutkan, sangat miris dan mengaku kecewa akan keadaan dan kondisi RSUD Rantauprapat saat ini.
“Ini rumah sakit milik pemerintah, seharusnya fasilitasnya layak, padahal anggaran yang di berikan sangat besar untuk sarana dan prasarana. Kalau atap saja bocor, bagaimana dengan pelayanan lainnya?” ujar salah seorang keluarga pasien.
Terakhir, masyarakat mendesak pihak manajemen RSUD Rantauprapat dan pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret. Perbaikan fasilitas dinilai harus menjadi prioritas demi menjaga kualitas layanan kepada masyarakat, yang jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin kepercayaan publik terhadap pelayanan kesehatan di daerah tersebut akan semakin menurun “tutupnya”. (KRN)


















