Deliserdang | METRO ONE News –Pekerjaan proyek saluran drainase ruas jalan Percut Sei Tuan, Jalan Keramat Kampung Syahmad Desa Pagar Merbau III Kecamatan Lubuk Pakam Deliserdang menimbulkan keresahan bagi warga yang terkena pembongkar an titi cor coran beton rumah penduduk
Proyek Saluran Drainase ini di kerjakan CV. Jorgeva dengan anggaran sebesar Rp.962.556.000 bersumber dari Dana APBD Deliserdang Tahun 2026. Berdasarkan plank proyek tersebut kontrak dilakukan pada tanggal 19 Agustus 2026 . Dikerjakan selama 120 hari kerja kalender.

Ironisnya setelah alat berat turun di lokasi proyek langsung melakukan pembongkaran titi cor beton milik warga, tanpa adanya sosialisasi terhadap warga kalau Titi rumah mereka terkena pembongkaran proyek tersebut.
Kepanikan warga yang depan rumahnya terkena pembongkaran menggunakan alat berat itu merasa resah dan meminta agar pekerjaan tersebut ditunda.
Pasalnya setiap warga yang memiliki kendaraan baik itu roda dua maupun roda empat tidak bisa keluar rumah. Akibat titi cor beton di depapan rumah mereka sudah terbongkar.
Seperti yang disampaikan pak Saragih kepada Metro One di lokasi proyek Senin 7 September 2026 dengan wajah kusut menyatakan, pekerjaan dari dinas SDABMBK terkait pembuatan saluran drainase di tempat kami ini menimbulkan keresahan. “Soalnya tanpa ada pemberitahuan dengan seenak perutnya main asal bongkar saja, gimana kami bisa mengeluarkan dan masukan kendaraan kami baik mobil maupun sepeda motor kami. Saya minta sebelum ada pertemuan dan pembicaraan terkait pekerjaan drainase tersebut supaya dihentikan. Siapa yang bertanggung jawab memperbaiki Titi kami yg dibongkar, kami minta supaya pihak kontraktor dan dinas bertanggung jawab atas perbaikan cor coran titi beton milik warga yang telah dibongkar” harap pak Saragih dengan nada kesal .
Pihak kontraktor yang mengerjakan proyek saluran drainase tersebut tidak bisa ditemui karena tidak pernah kelihatan muncul dilokasi proyek.

Kadis SDABMBK Parno ketika dikonfirmasi melalui hendphon selular pada Senin 7 September 2026 mengatakan. ” Biasa itu setiap kegiatan pekerjaan akan berdampak terhadap warga, begitupun kita akan lakukan perbaikan setiap titik cor coran rumah penduduk yg terkena pembongkaran. Kita tetap bertanggung jawab melakukan perbaikan setelah pekerjaan itu selesai, ucap Kadis SDAMBK Parno. (Gun)


















