Takengon | METRO ONE News –Pembuatan jalan lintas Aceh Tengah Nagan Raya dan Meulaboh tepatnya di Skep Kecamatan Celala terkesan asal-asalan. Proyek itu hancur lebur tak berkuwalitas, sehingga mengancam jiwa pengguna jalan.
Ketua PGRI kecamatan Celala Sulaiman Spd sangat kecewa dengan kinerja perusahaan yang mengerjakan jalan lintas Takengon Meulaboh ini.
Proyek pembangunan jalan dan jembatan yang dinilai kurang peduli dengan keselamatan masarakat yang melintas. Sudah berbulan bulan jalan lintasan ini tidak layak dikatakan sebuah jalan, sangat mirip kubangan kerbau saat di musim hujan.
Sulaiman menjelaskan kepada media ini, disaat kemarau saja susah dilalui apalagi di musim penghujan seperti saat ini. Teramat usah untuk dilewati apalagi para ibu- ibu yang melintas melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Ada juga yang mau ke puskesmas sebagai pelayan medis. Maupun para pedagang dan petani sudah sering jatuh dan bermandikan lumpur.
“Sudah sering terjadi kecelakaan di daerah ini ditambah lagi antrian panjang yang sudah hitungan bulan belum ada titik terang. Padahal ini akses jalan Takengon menuju Nagan Raya Meulaboh. Kami sebagai ASN dan masyarakat berharap kepada pihak pelaksana proyek agar benar-benar memperhatikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Karena keselamatan masyarakat menjadi prioritas” ujar Sulaiman.
Ketua PGRI dan para guru Kecamatan Celala berharap pihak terkait segera melakukan penanganan sementara terhadap kondisi jalan. Terutama pada titik-titik yang berlumpur dan rawan kecelakaan. (MO/Bam)


















