Jawa Tengah | METRO ONE News – Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, tegaskan pentingnya sinkronisasi data lahan sawah antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah guna mendukung pengendalian alih fungsi lahan serta perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Hal tersebut disampaikan saat Rakor Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah di Provinsi Jawa Tengah, Kamis (04/06/2026).
Menurut Wamen Ossy, perbedaan data berpotensi menimbulkan ketidaksinkronan kebijakan. Karena itu, Kementerian ATR/BPN mendorong penyelarasan data untuk mewujudkan satu basis data lahan sawah nasional yang konsisten sebagai dasar perencanaan tata ruang, perlindungan lahan pertanian, dan kepastian investasi.

Melalui rakor ini, pemerintah pusat dan daerah berupaya memperkuat sinergi dalam menjaga ketahanan pangan, melindungi lahan pertanian produktif, serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan. (Rel/SB)


















