Hamparan Perak | METRO ONE NEWS – Masalah BPJS “tipu tipu” yang dialami Hasan Hamdi berbuntut panjang. Selasa (28/6/26) pensiunan honor kebersihan di kantor Camat Hamparan Perak itu, mengadukan nasibnya ke DPRD Deliserdang. Berkas pengaduannya diterima oleh sekretariat DPRD. Pengaduan juga dikirim ke Bupati dan inspektorat.
Menurut Hasan, sebagai orang tua dia sudah dipermainkan oleh oknum oknum PNS di kantor Camat Hamparan Perak. Para oknum jahat itulah yang diduga paking bertanggung jawab dalam urusan BPJS nya.
“Saya diminta hadir di kantor Camat Hamparan Perak pada hari Jumat pekan kemarin. Katanya untuk menyelesaikan masalah BPJS saya. Saya datang ke kantor capat, tapi nyatanya tak seorang pun pejabat di kantor Camat yang menemui saya. Yang menelpon saya untuk hadir cuek bebek, pejabat yang hertanggungvjawan dalam urusan BPJS tak kelihatan batang hidungnya. Saya dibiarkan ber jam jam menunggu tanpa ada yang menyapa” kejam orang itu kata Hasan.
“Saya akan perjuangkan hak saya sampai tuntas, jika memungkinkan saya akan membuat pengaduan ke Polda Sumatera Utara, ada indikasi unsur penggelapan yang diduga dilakukan oknum oknum yang menangani BPJS di kantor Kecamatan Hamparan Perak itu. Gaji saya dipotong setiap bulannya sebesar Rp 180.000 untuk BPJS. Pemotongan itu jauh diatas ketentuan Pemerintah. Kemana kelebihan uang gaji saya yang dipotong. Nah disitulah kita menduga ada penggelapan. Beberapa oknum petugas kantor Camat Hamparan Perak diduga terlibat. Diantaranya Faisal yang saat itu sebagai Kabid keuangan. Iskandar bagian keuangan, Rini Bendahara dan Elsa staf keuangan”ujar Hasan. (Tim)


















