Karo | METRO ONE News – Dugaan oknum anggota TNI jadi pembekab arena perjudian sepertinya mendapat restu dari pimpinannya. Pasalnya, atasan langsung sang oknum terkesan cuek dan tak menanggapi pesan konfirmasi yang dilayangkan.
“Izin pak Danbrigif 37/HS Kolonel Inf Saiful Rizal, mohon ijin konfirmasi adanya dugaan keterlibatan
seorang oknum Prajurit TNI aktif yang berdinas di Brigif TP 37/HS a.n Serda Brema Ginting. Sesuai laporan masyarakat setempat, oknum itu disebut sebut membekap kegiatan judi dan mesin ikan ikan di lokasi Cafe Loning desa lau Soulu, Kecamatan Mardingding. Dan malam hari judi dadu di lapangan desa Buluh Pancur, Kecamatan Lau Baleng Kabupaten Tanah Karo. Mohon tanggapan dan jawaban dari pak Saiful Rizal selaku Danbrigif 37/ HS untuk perimbangan berita lanjutan” pesan konfirmasi dilayangkan metro one news pada Kamis (29/10/26) siang. Namun kesan itu tak mendapat jawaban dari Danbrigif 37/HS.
Dengan tidak adanya tindakan dari komendan, ada indikasi bahwa pembekab judi itu mendapat restu sang pimpinan
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, warga di lingkungan Cafe loning Desa Lau Soulu Kecamatan Mardinding Kabupaten Karo resah dan meradang. Penyebabnya karena desa mereka sudah menjadi lokasi arena perjudian besar besaran. Berjenis Dadu dan mesin ikan ikan. Polisi tak berani memberangus karena pengawalnya permainan haram itu disebut sebut oknum TNI aktif. Lokasi judi juga ada berlangsung di lapangan desa Perbulan Kecamatan Lau Baleng.
Pembekab di kedua lokasi perjudian itu disebut sebut oknum TNI aktif yang berdinas di Brigif TP 37/HS berinisial Serda BM. Oknum itulah yang berjibaku mengamankan arena perjudian. Mana ada aparat Polisi yang berani menggerebek, buktinya sejak beroperasi tak pernah ada Polisi yang melakukan penggrebekan. Sudah ngerih kali lokasi itu ramai siang malam. Terkadang ada juga ribut kecil kecil antar sesama pemain. Kalau ada reaksi bakal ribut si oknum itu segera meluncur, situasi jadi tenang” kata warga. Kegiatan telah berlangsung berulang kali, tutup, buka, tutup dan buka lagi.
“Sudah menimbulkan keresahan bagi warga sekitar karena lokasi kegiatan berada di tempat yang mudah diketahui oleh masyarakat. Adanya pembiaran terhadap kegiatan “biadab” itu sudah taulah kita apa sebabnya. Kemungkinan juga siraman uang keamanan lancar disalurkan ke oknum oknum tertentu. Entah kemana lagi kami bisa mengadukan keresahan ini. Siang hari dan malam terus main” kata warga ini. (Econ)


















