Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Bupati Labuhanbatu Dorong Masjid Jadi Motor Ekonomi Ummat

23
×

Bupati Labuhanbatu Dorong Masjid Jadi Motor Ekonomi Ummat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Rantauprapat | METRO ONE News –Masjid didorong tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga mengambil peran lebih besar dalam menggerakkan ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat.

Hal itu disampaikan Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita Sp.OG., MKM saat membuka seminar masjid Mandiri yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Labuhanbatu di gedung aula Kantor MUI jalan SM. Raja ujung bandar Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhan batu, Rabu, (2/8/26).

Para pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) dari beberapa wilayah, Maya menekankan pentingnya perubahan cara pandang dalam mengelola masjid. Katanya, masjid jangan hanya terlihat ramai ketika waktu sholat, tetapi juga harus memberi manfaat yang dirasakan masyarakat diluar aktivitas ibadah.

Maya menyebut ada sejumlah hal yang perlu diperkuat untuk membangun masjid yang mandiri. Di antaranya tata kelola dengan jitu dan profesional, pemberdayaan ekonomi umat, serta membangun kemitraan dengan berbagai pihak.

“Untuk mewujudkan masjid Mandiri, terdapat beberapa pilar utama yang perlu menjadi perhatian bersama, yakni tata kelola dan manajemen yang profesional, pemberdayaan ekonomi keummatan, serta kemitraan strategis,” sebutnya.

Katanya, ukuran kemandirian sebuah masjid tidak cukup hanya dilihat dari kondisi keuangannya. Masjid juga harus mampu menjawab persoalan yang dihadapi jamaah dan masyarakat di lingkungannya.

Karena itu, ia meminta hasil seminar masjid Mandiri tidak berhenti pada diskusi. Gagasan yang muncul diharapkan dapat diwujudkan menjadi program yang bisa dijalankan masing-masing BKM.

“Jangan berhenti pada tataran wacana. Kita berharap seminar ini menghasilkan rumusan konkret dan peta jalan yang dapat diimplementasikan oleh seluruh BKM, sehingga masjid benar-benar hadir sebagai pusat pemberdayaan umat,” imbuhnya.

Selanjutnya Ketua MUI Labuhanbatu Drs. H. Hamid Zahid dalam orasi sambutannya menyampaikan, penguatan kapasitas pengurus menjadi salah satu bagian penting dalam membangun masjid yang lebih mandiri. Ia melihat masjid memiliki peluang untuk ikut mengembangkan usaha masyarakat, khususnya UMKM. Aktivitas ekonomi yang tumbuh di sekitar masjid dinilai dapat menjadi salah satu sumber pemasukan produktif sekaligus memperkuat kemandirian pengelolaan masjid.

Para peserta yang hadir

Tujuannya meningkatkan SDM dan perekonomian melalui UMKM, sehingga dapat menjadi salah satu sumber pemasukan bagi Masjid,” kata Ketua MUI.

Ia juga berharap program yang dirancang MUI tidak sekadar menjadi dokumen atau agenda kegiatan, tetapi dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.

Seminar Masjid Mandiri tersebut di prakarsai oleh Ketua Komisi Ekonomi Ir. H. Marwan Efendi Siregar, dirinya juga menghadirkan dua Nara sumber yaitu dari Bank Syariah Mandiri dan dari kekoprasian Labuhan batu.

Acara yang cukup bergengsi ini turut dihadiri  oleh Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Labuhanbatu Abdi Jaya Pohan, Asisten I Setdakab Drs. H. Sarimpunan Ritonga, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu, Pimpinan PT Bank Sumut Cabang Rantauprapat, serta Pimpinan Bank Syariah Indonesia Rantauprapat.

Sambutan ketua MUI L. Batu

Seminar ini menjadi bagian dari pembahasan mengenai bagaimana masjid dapat dikelola secara lebih profesional sekaligus memiliki kegiatan produktif yang menyentuh kebutuhan jamaah.

Jika konsep tersebut dapat diterapkan secara konsisten, masjid tidak hanya menjadi tempat umat berkumpul untuk beribadah, tetapi juga dapat berkembang menjadi ruang penguatan ekonomi, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat. (KRN)

Example 300250
Example 120x600
Example 1940x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *